
Guluk-Guluk, MASA.SCH.ID
Dr. KH. M. Afif Hasan, M.Pd. Dewan Pengasuh Pondok Pesantren Annuqayah Lubangsa Utara Guluk-Guluk Sumenep mengajak para alumni Annuqayah untuk mengisi hidup dengan berbagai kebaikan serta menjaga pikiran dan hati agar tetap berada dalam tuntunan Allah dan Rasulullah.
Pesan tersebut disampaikannya saat mengisi materi dalam kegiatan bedah buku karyanya “Paket Praktik Kompetensi (P2K)” bersama alumni PP. Annuqayah Lubangsa Utara, Kamis (14/05/2026) di mushalla setempat.
Pada kesempatan tersebut, Kiai Afif Hasan menyampaikan pentingnya memiliki pekerjaan tetap yang dijalani secara rutin setiap hari. Menurutnya, aktivitas yang konsisten dapat menjaga kesehatan fisik dan pikiran agar tetap segar.
“Kita harus punya pekerjaan tetap yang tidak ditinggalkan setiap hari. Itu cara menggerakkan fisik dan pikiran supaya tetap fresh,” ungkapnya.
Kiai Afif juga mencontohkan rutinitas pribadinya dalam mengisi hari-hari dengan aktivitas produktif. Meski telah memasuki usia senja, beliau tetap aktif menulis buku dan menghabiskan waktu berjam-jam di depan komputer.
“Beliau duduk di depan komputer mulai pukul 08.00 sampai 01.00 WIB dini hari untuk menulis dan mencurahkan pikiran. Itu salah satu cara menjaga otak tetap sehat dan tidak mudah stres,” tutur salah satu alumni yang mengikuti pengajian tersebut Bapak Habibullah Salman.
Karena itu, para alumni dianjurkan memiliki profesi atau aktivitas yang dilakukan secara istiqamah agar pikiran tetap hidup dan kesehatan tetap terjaga.
Selain itu, Kiai Afif Hasan juga mengingatkan bahwa hidup di dunia sangat singkat sehingga harus digunakan sebaik mungkin untuk berbuat kebaikan, termasuk melalui hal-hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
“Hidup hanya sekali dan umur sangat sebentar. Maka gunakan semaksimal mungkin untuk kebaikan, walaupun kecil,” pesannya.
Ia kemudian mencontohkan adab-adab sederhana yang sering dianggap sepele, seperti menggunakan jempol ketika menunjuk saat meminta bantuan kepada orang lain, merapatkan posisi duduk agar memberi ruang kepada orang lain, serta menjawab pertanyaan dengan ucapan yang jelas, bukan sekadar anggukan atau gelengan.
Menurut Dosen Universitas Annuqayah Guluk-Guluk ini, akhlak kecil semacam itu mencerminkan penghormatan dan etika dalam pergaulan sosial.
Di akhir pengajian, Kiai Afif Hasan menekankan pentingnya menjaga pikiran dan hati agar tetap berada dalam tuntunan Allah dan Rasulullah SAW.
“Jaga pikiran, jaga hati, dan jaga pekerjaan dari hal-hal yang tidak baik. Jangan sampai meyakini sesuatu yang menjauhkan kita dari Allah SWT dan tuntunan Rasulullah SAW,” dawuhnya.
Kiai Afif Hasan kembali mengingatkan bahwa umur manusia sangat terbatas sehingga tidak pantas dihabiskan untuk hal-hal yang sia-sia.
“Umur sebentar. Hidup sekali. _Eman-eman_ kalau terbuang sia-sia,” pungkasnya.
Dalam suasana penuh khidmat dan kekeluargaan, para alumni tampak antusias mengikuti penyajian materi yang menjadi ajang silaturahim sekaligus mempererat hubungan keilmuan dengan para masyayikh.
Editor: Lukmanul Hakim





