
Guluk-Guluk, MASA.SCH.ID
Menjaga moral dan silaturahim menjadi pesan utama yang disampaikan oleh Pengasuh Pondok Pesantren Annuqayah Lubangsa Utara Guluk-Guluk Sumenep, KH. Moh. Naqib Hasan kepada peserta Remedial Enrichment Siswa Kelas Akhir (SISKA) Madrasah Aliyah (MA) 1 Annuqayah pada Kamis (14/05/2026).
Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan sowan yang diikuti oleh seluruh siswa kelas akhir sebagai bagian dari rangkaian penutupan Remedial Enrichment SISKA MA 1 Annuqayah tahun 2026.
Kegiatan sowan berlangsung dengan suasana hangat dan penuh kekhidmatan. Para siswa tampak serius menyimak dawuh pengasuh yang memberikan nasihat tentang kehidupan santri setelah keluar dari lingkungan pesantren dan madrasah.
Dalam penyampaiannya, Kiai Naqib Hasan berpesan agar para siswa tetap menjaga moral dan akhlak ketika nantinya melanjutkan kuliah maupun hidup di tengah masyarakat.
“Ketika keluar dari pesantren, yang harus paling dijaga adalah moral dan akhlak. Karena masyarakat akan melihat bagaimana perilaku seorang santri,” dawuhnya di hadapan SISKA MA 1 Annuqayah.
Ia menegaskan bahwa ilmu yang dipelajari selama mondok harus tercermin dalam perilaku sehari-hari. Menurutnya, seorang santri harus mampu menjadi contoh yang baik di lingkungan mana pun berada.
“Jangan sampai ilmu yang diperoleh di pesantren tidak tampak dalam sikap dan perilaku kalian,” tuturnya.
Selain itu, beliau juga mendorong para siswa agar tetap rajin belajar dan terus menuntut ilmu ke jenjang yang lebih tinggi. Menurutnya, semangat belajar tidak boleh berhenti setelah menyelesaikan pendidikan di tingkat madrasah aliyah.
“Teruslah belajar dan mencari ilmu. Jangan merasa cukup dengan apa yang sudah didapat sekarang,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Kiai Naqib Hasan juga mengingatkan pentingnya menjaga nama baik almamater pesantren dan madrasah. Menurutnya, baik buruknya perilaku alumni akan berpengaruh terhadap citra lembaga tempat mereka belajar.
“Nama baik pesantren dan madrasah harus dijaga. Ke mana pun kalian pergi, kalian tetap membawa nama Annuqayah,” ungkapnya.
Dosen Universitas Annuqayah Guluk-Guluk ini juga berpesan agar para siswa tidak memutus hubungan dengan pengasuh pesantren meskipun nantinya telah menjadi alumni.
“Walaupun sudah lulus, jangan putus silaturahim dengan pengasuh. Tetap sowan dan menjaga hubungan baik, karena itu bagian dari adab santri,” dawuhnya.
Menurut Alumni MA 1 Annuqayah Guluk-Guluk ini, menjaga hubungan dengan guru dan pengasuh merupakan salah satu bentuk penghormatan yang dapat mendatangkan keberkahan ilmu dan kehidupan.
Salah seorang SISKA MA 1 Annuqayah Moh. Alfin Bahriansyah mengaku bersyukur dapat mengikuti kegiatan sowan tersebut karena mendapatkan banyak pelajaran tentang pentingnya menjaga akhlak dan hubungan dengan pesantren.
“Kami diingatkan bahwa setelah lulus nanti, kami tetap harus menjaga nama baik pesantren dan terus menghormati para guru,” pungkasnya.
Editor: Lukmanul Hakim





