
Guluk-Guluk, MASA.SCH.ID
KH. Muhammad Jazilunnazal Habibi, Majelis Keluarga Pondok Pesantren Al-Is’af Kalabaan Guluk-Guluk menuturkan bahwa alumni Madrasah Aliyah (MA) 1 Annuqayah Guluk-Guluk harus senantiasa menjaga iman dan akhlak ketika nantinya terjun dan mengabdi di tengah masyarakat.
Hal tersebut disampaikannya saat mengisi Tausiyah penuh makna dalam kegiatan Tasyakkuran dan Lepas Pisah Siswa Kelas Akhir (SISKA) MA 1 Annuqayah, Sabtu (30/05/2025) di Aula MA 1 Annuqayah.
Kiai Jazil menyampaikan bahwa seorang santri harus memahami kondisi masyarakat karena pada akhirnya akan kembali dan hidup bersama masyarakat.
“Santri harus tahu terhadap keadaan masyarakat, karena pada akhirnya santri akan mengabdi kepada masyarakat,” tuturnya.
Ia kemudian mengutip dawuh Sayyid Muhammad Alawi Al-Maliki Al-Hasani tentang tiga tantangan utama manusia ketika berada di tengah masyarakat.
Tantangan pertama adalah melemahnya kontrol keimanan. Menurutnya, keimanan seseorang dapat bertambah maupun berkurang tergantung bagaimana dirinya menjaga ketaatan kepada Allah SWT.
“Iman itu bertambah dengan ketaatan dan akan berkurang dengan kemaksiatan. Karena itu, iman harus terus dijaga,” jelasnya.
Selain iman, Kiai Jazil juga mengingatkan pentingnya menjaga akhlak. Menurutnya, akhlak merupakan cerminan utama seorang santri dan alumni pesantren dalam kehidupan bermasyarakat.
Ia menegaskan bahwa ilmu yang tinggi tidak akan berarti apabila tidak dibarengi dengan akhlak yang baik.
“Oleh sebab itu, para alumni MA 1 Annuqayah harus terus menjaga sopan santun, etika, dan perilaku baik di mana pun berada,” ungkapnya.
Tantangan berikutnya, lanjutnya, adalah matinya ruh semangat untuk mengkaji ilmu secara mendalam. Ia berharap para alumni tidak berhenti belajar setelah lulus dari madrasah, tetapi tetap istiqamah menambah ilmu dan memperluas wawasan.
“Jangan berhenti belajar dan jangan merasa kenyang dengan ilmu,” pesannya.
Kiai Jazil juga menekankan pentingnya menjaga hubungan dengan guru melalui silaturahim yang terus terjalin. Menurutnya, hubungan antara murid dan guru menjadi jalan datangnya keberkahan dan rahmat Allah SWT.
“Harus selalu terhubung dengan guru melalui silaturahim. Kalau hubungan dengan guru putus, maka bisa putus juga rahmat Allah SWT,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan kekagumannya terhadap akhlak para kiai Annuqayah yang dinilai sangat luar biasa dan patut menjadi teladan bagi seluruh santri dan alumni.
“Akhlak kiai Annuqayah luar biasa. Itu harus ditiru oleh alumni dan santri Annuqayah,” katanya.
Selain memberikan motivasi, Kiai Jazil turut mengingatkan tentang tanda-tanda kiamat shugra yang mulai tampak di tengah kehidupan masyarakat, seperti banyaknya orang meninggalkan shalat dan menjadikan kekayaan sebagai ukuran utama dalam menilai seseorang.
“Tanda kiamat shugra di antaranya shalat mulai banyak ditinggalkan dan orang kaya menjadi idola baru,” ujarnya.
Di akhir tausiyahnya, ia kembali berpesan agar para alumni terus menjaga semangat belajar, memperkuat iman, menjaga akhlak, serta meneladani para kiai dalam kehidupan sehari-hari.
“Teruslah belajar, jangan merasa cukup dengan ilmu, dan tirulah akhlak para kiai,” pungkasnya.
Editor: Lukmanul Hakim





