
Guluk-Guluk, MASA.SCH.ID
Rangkaian kegiatan Remedial Enrichment Siswa Kelas Akhir (SISKA) Madrasah Aliyah (MA) 1 Annuqayah Guluk-Guluk Sumenep pada Senin (11/05/2026) juga diisi dengan kegiatan ziarah ke maqbarah para masyayikh Pondok Pesantren Annuqayah yang berada di Asta Selatan, Guluk-Guluk, Sumenep.
Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh siswa kelas akhir bersama para guru dan panitia sebagai bentuk penghormatan, tabarrukan, dan mengenang jasa para ulama pendiri pesantren.
Para peserta berjalan bersama menuju lokasi asta dengan suasana tertib dan penuh kekhidmatan. Setibanya di lokasi, para siswa bersama guru membaca surat Yaasin, tahlil, dan menghadiahkan doa kepada para masyayikh Pondok Pesantren Annuqayah.
Bapak Mahrus selaku Ketua Panitia Remedial Enrichment menyampaikan bahwa ziarah tersebut tidak sekadar menjadi agenda rutin, tetapi juga sarana menanamkan nilai penghormatan kepada ulama dan guru.
“Para masyayikh inilah yang dahulu berjuang mendirikan dan menjaga pesantren hingga tetap berdiri sampai sekarang. Karena itu, para santri harus mengenang dan mendoakan beliau-beliau,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa kegiatan ziarah di Asta Selatan diharapkan dapat menjadi wasilah ilmu dan keberkahan bagi seluruh siswa kelas akhir yang akan segera menyelesaikan masa belajarnya di madrasah.
“Harapannya, ziarah ini menjadi wasilah ilmu, keberkahan, dan kemudahan bagi para siswa dalam menjalani kehidupan setelah lulus nanti,” tuturnya.
Menurutnya, keberhasilan seorang santri tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan dan kemampuan akademik, tetapi juga keberkahan ilmu yang diperoleh dari guru dan para masyayikh.
“Ilmu itu bukan hanya soal pintar, tetapi juga soal keberkahan. Karena itu, hubungan batin dengan guru dan masyayikh harus tetap dijaga,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, para siswa juga diingatkan untuk meneladani perjuangan, keikhlasan, dan kesederhanaan para ulama pendahulu Pondok Pesantren Annuqayah.
“Para masyayikh dahulu berjuang dengan penuh kesabaran dan keikhlasan demi pendidikan santri. Semangat itulah yang harus diteruskan oleh generasi sekarang,” tambah Bapak Mahrus.
Suasana ziarah berlangsung penuh kekhusyukan. Sejumlah siswa tampak khidmat mengikuti pembacaan surat Yaasin, tahlil, dan doa.
Salah seorang peserta SISKA mengaku bersyukur dapat mengikuti kegiatan ziarah bersama teman-temannya.
“Kegiatan ini membuat kami lebih sadar bahwa perjuangan para masyayikh sangat besar untuk pesantren. Semoga kami juga bisa mendapat keberkahan ilmu dari beliau-beliau,” pungkas Izzul Islam salah satu SISKA MA 1 Annuqayah.
Editor: Lukmanul Hakim





