KH. Abdul Halim Abdul Majid Motivasi SISKA MA 1 Annuqayah Jadi Pelajar Berkualitas

Guluk-Guluk, MASA.SCH.ID

KH. Abdul Halim Abdul Majid, Lc., M.A menuturkan bahwa menjadi pelajar berkualitas tidak hanya diukur dari kemampuan akademik, tetapi juga dari kedisiplinan, tanggung jawab, serta kesungguhan dalam belajar.

Hal itu disampaikannya saat mengisi materi “Motivasi Belajar” dalam kegiatan Remedial Enrichment Siswa Kelas Akhir (SISKA) Madrasah Aliyah (MA) 1 Annuqayah Guluk-Guluk Sumenep, Ahad (10/05/2026) di Aula MA 1 Annuqayah.

Menurutnya, pelajar yang berkualitas itu terlihat dari akhlaknya, cara menghormati guru, dan kesungguhannya dalam mencari ilmu.

“Belajar bukan hanya untuk mendapatkan nilai atau ijazah, tetapi bagaimana ilmu itu bisa membentuk diri kita menjadi pribadi yang lebih baik,” ujarnya di hadapan peserta.

Kiai Abdul Halim menjelaskan tentang pengertian motivasi dan belajar. Menurutnya, motivasi merupakan dorongan dalam diri seseorang untuk melakukan sesuatu dan mencapai tujuan tertentu.

“Sedangkan belajar adalah proses mencari pengetahuan, pengalaman, serta pembentukan karakter dalam kehidupan,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan bahwa seorang pelajar harus memiliki motivasi yang kuat agar mampu bertahan menghadapi berbagai tantangan selama proses pendidikan. Menurutnya, semangat belajar yang baik akan membantu seseorang mencapai cita-cita dan masa depan yang lebih baik.

“Orang yang sukses itu bukan hanya yang pintar, tetapi yang memiliki semangat belajar dan tidak mudah menyerah,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga banyak membahas tentang pentingnya adab bagi orang yang berilmu. Ia mengingatkan bahwa tradisi pesantren sejak dahulu selalu menempatkan adab di atas ilmu.

“Ilmu tanpa adab akan kehilangan keberkahannya. Karena itu, hormati guru, hormati orang tua, dan jaga sopan santun dalam menuntut ilmu,” dawuh beliau.

Guru MA 1 Annuqayah Guluk-Guluk ini juuga mengingatkan bahwa keberhasilan seorang pelajar tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan, tetapi juga oleh sikap tawadhu’ dan penghormatan kepada para guru. Menurutnya, banyak ulama besar yang berhasil karena menjaga adab kepada gurunya.

“Kadang ilmu yang sedikit bisa menjadi sangat bermanfaat karena disertai adab. Sebaliknya, ilmu yang banyak bisa tidak bermanfaat jika tidak diiringi akhlak yang baik,” pungkasnya.

Suasana penyajian berlangsung hangat dan penuh perhatian. Para siswa tampak serius menyimak setiap penjelasan dan dawuh yang disampaikan. Beberapa siswa juga terlihat mencatat poin-poin penting yang disampaikan pemateri.

Editor: Lukmanul Hakim

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *