
Guluk-Guluk, MASA.SCH.ID
KH. Muhammad Ali Fikri, Dewan Pengasuh Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk Sumenep mengaku sangat bangga kepada lulusan Madrasah Aliyah (MA) 1 Annuqayah Guluk-Guluk yang memilih kuliah sambil tetap mondok di pesantren.
Hal tersebut disampaikannya saat sambutan dalam kegiatan Tasyakkuran dan Lepas Pisah Siswa Kelas Akhir (SISKA) MA 1 Annuqayah, Sabtu (30/05/2026) di Aula MA 1 Annuqayah.
Menurutnya, kehidupan pesantren memiliki peran penting dalam menjaga kestabilan hidup, akhlak, serta kedisiplinan para santri di tengah perkembangan zaman.
“Saya sangat bangga ketika ada santri yang melanjutkan kuliah sambil mondok, karena hidupnya lebih stabil dan ada yang mengatur,” katanya.
Kiai Ali Fikri juga menegaskan bahwa menuntut ilmu merupakan kewajiban yang harus dilakukan sepanjang hayat.
Menurutnya, belajar tidak berhenti setelah lulus dari madrasah, tetapi harus terus dilanjutkan dalam berbagai jenjang kehidupan.
“Belajar itu penting, mulai dari ditimang sampai liang lahad. Selama hidup kita harus terus belajar,” tuturnya.
Dewan Pengasuh PP. Annuqayah Daerah Lubangsa Guluk-Guluk ini juga menjelaskan, melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi merupakan bagian dari proses belajar yang sangat penting bagi generasi muda.
Karena itu, para lulusan diharapkan tidak cepat merasa cukup dengan ilmu yang telah diperoleh selama di madrasah.
“Kuliah itu bentuk belajar juga. Maka setelah lulus, jangan berhenti menuntut ilmu,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa kehidupan setelah lulus akan menghadapkan para siswa pada perjuangan yang lebih besar.
“Untuk itu, para lulusan harus siap menjaga diri dan terus memperbaiki kualitas diri dalam kehidupan sehari-hari,” terangnya.
Mengutip dawuh Rasulullah SAW, ia menyampaikan, “Raja’na min jihadil ashghar ila jihadil akbar,” yang berarti kembali dari jihad kecil menuju jihad yang lebih besar.
Menurutnya, perjuangan melawan hawa nafsu dan menjaga istiqamah dalam kehidupan merupakan tantangan besar yang harus dihadapi setiap orang.
Selain itu, Kiai Ali Fikri juga menekankan pentingnya menjaga proses dalam meraih kesuksesan. Ia mengingatkan bahwa hasil yang baik harus ditempuh dengan cara dan proses yang baik pula.
“Proses harus baik. Jangan hanya mengejar hasil, tetapi cara menuju keberhasilan juga harus dijaga,” pesannya.
Ia juga menjelaskan bahwa salah satu jalan memperoleh ridha Allah SWT adalah dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi seluruh larangan-Nya.
Menurutnya, ilmu yang dipelajari harus mampu membentuk pribadi yang lebih taat dan berakhlak mulia.
“Cara memperoleh ridha Allah adalah mengerjakan apa yang diperintah dan menjauhi apa yang dilarang,” ungkapnya.
Di akhir sambutannya, Kiai Ali Fikri memberikan apresiasi kepada para alumni yang mampu membantu dan membahagiakan orang tua setelah menyelesaikan pendidikan.
Menurutnya, berbakti kepada orang tua merupakan bentuk pengabdian yang sangat mulia.
“Alumni yang membantu orang tua itu adalah hal yang luar biasa. Jangan pernah melupakan jasa dan perjuangan orang tua,” pungkasnya.
Editor: Lukmanul Hakim





