
Guluk-Guluk, MASA.SCH.ID
Madrasah Aliyah (MA) 1 Annuqayah Guluk-Guluk Sumenep menggelar Temu Wali Siswa Kelas X sebagai ikhtiar mempererat sinergi antara orang tua, madrasah, pesantren, dan komite dalam mendampingi proses pendidikan siswa.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Madrasah, Kabid Pendidikan Dasar dan Menengah Yayasan Annuqayah, Pengawas Madrasah Kecamatan Guluk-Guluk, Komite Madrasah, para wakil kepala madrasah, serta seluruh wali siswa Kelas X, Ahad (19/07/2026) di Aula MA 1 Annuqayah.
KH. A. Farid Hasan selaku Kepala MA 1 Annuqayah menegaskan bahwa pendidikan tidak dapat berjalan optimal tanpa keterlibatan aktif orang tua.
Menurutnya, wali siswa diharapkan berperan aktif dalam memantau perkembangan putra-putrinya, terutama ketika terdapat indikasi pelanggaran terhadap tata tertib madrasah maupun peraturan pesantren.
Ia menjelaskan bahwa pembentukan karakter siswa sesungguhnya lebih banyak ditempa di lingkungan pesantren, sedangkan madrasah menjadi unsur pendukung yang memperkuat proses tersebut.
“Keberhasilan pendidikan ditopang oleh empat unsur utama, yakni orang tua, madrasah, pesantren, dan masyarakat. Keempatnya harus berjalan seiring agar pendidikan berlangsung secara utuh,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah Yayasan Annuqayah, KH. Ainul Haq, menyampaikan bahwa keberhasilan seorang siswa bertumpu pada tiga unsur penting, yaitu siswa itu sendiri (muta’allim), guru beserta metode pembelajarannya, serta dukungan orang tua.
Beliau mengajak para wali siswa untuk memberikan kepercayaan penuh kepada madrasah dalam menjalankan proses pendidikan, sekaligus membiasakan melakukan klarifikasi terhadap setiap persoalan agar tidak terjadi kesalahpahaman.
“Komunikasi yang baik antara wali siswa dan madrasah merupakan modal penting dalam menciptakan pendidikan yang sehat dan berkualitas,” pesannya.
Pada kesempatan yang sama, Pengawas Madrasah Kecamatan Guluk-Guluk, Muhammad Nurul Hajar, M.Pd.I., berharap para wali siswa tidak segan memberikan masukan kepada madrasah sebagai bentuk kepedulian terhadap peningkatan mutu layanan pendidikan.
Ia juga menekankan pentingnya nilai pengabdian dalam kehidupan seorang pelajar. Menurutnya, kesuksesan seseorang tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan, tetapi juga oleh pengabdian kepada Allah SWT, orang tua, guru, dan lembaga tempat menimba ilmu.
“Apapun aktivitas yang dilakukan di madrasah maupun di pesantren hendaknya diniatkan sebagai bentuk pengabdian. Nilai pengabdian inilah yang akan menjadi bekal menuju kesuksesan,” tuturnya.
Mewakili Komite Madrasah, Dr. Durhan, M.Pd.I., Dr. Fathor Rachman, M.Pd., dan Subaidi, S.Ag. menyatakan komitmennya untuk memaksimalkan kinerja dalam menjembatani komunikasi antara wali siswa dan madrasah.
“Kami juga siap memperjuangkan berbagai aspirasi orang tua, termasuk mengupayakan akses Program Indonesia Pintar (PIP) bagi peserta didik yang memenuhi persyaratan,” jelasnya.
Dalam sesi pemaparan, Wakil Kepala Bidang Kesiswaan MA 1 Annuqayah Lukmanul Hakim, M.Pd. menyosialisasikan tata tertib siswa, sedangkan Wakil Kepala Bidang Humas MA 1 Annuqayah Mahrus, M.Pd. menjelaskan sistem administrasi keuangan, optimalisasi media sosial resmi MA 1 Annuqayah, serta fungsi Komite Madrasah.
Sementara itu, Wakil Kepala Bidang Kurikulum MA 1 Annuqayah Abd. Aziz, S.H.I dan Wakil Kepala Bidang Sarana Prasarana MA 1 Annuqayah Khairul Umam, M.Pd. turut memaparkan program pengembangan layanan akademik dan fasilitas pendidikan.
Sesi dialog berlangsung dinamis dengan berbagai usulan dari wali siswa. Beberapa di antaranya ialah penguatan pendidikan sopan santun kepada orang tua, pengetatan aturan larangan merokok hingga dikategorikan sebagai pelanggaran berat, pemberitahuan ketidakhadiran siswa melalui sambungan telepon selain grup WhatsApp, toleransi keterlambatan bagi siswa yang masih mengikuti kegiatan pesantren daerah, pelaksanaan temu wali secara berkala, pengembangan aplikasi Annuqayah Mobile, penyediaan videotron madrasah, pengaturan perpindahan jurusan, penegasan larangan menikah selama masa pendidikan, penyusunan grand design lulusan MA 1 Annuqayah, penguatan peran alumni, hingga program tutorial belajar sesuai minat siswa.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Abd. Aziz, S.H.I menegaskan bahwa pendidikan akhlak kepada orang tua menjadi perhatian utama dan perlu terus diperkuat bersama pesantren sebagai pusat pembinaan karakter, sedangkan madrasah berperan sebagai penguat.
“Perpindahan jurusan bagi siswa masih dimungkinkan sesuai ketentuan yang berlaku,” ungkapnya.
Sementara itu, KH. A. Farid Hasan menekankan pentingnya penguatan spiritual guru melalui pembinaan kerohanian secara berkelanjutan. Ia juga mengusulkan perlunya layanan bimbingan dan konseling profesional di lingkungan pesantren.
“Juga penting membangun budaya saling menghormati antara seluruh unsur pendidikan. Sopan santun harus tumbuh dalam hubungan orang tua dengan anak, anak kepada orang tua, guru kepada siswa, maupun antarsesama,” ungkapnya.
Beliau juga menyoroti pentingnya pendidikan hidup sehat dengan mengajak seluruh pihak bersama-sama mencegah kebiasaan merokok di kalangan santri karena berdampak terhadap pembentukan karakter dan kedisiplinan.
Menanggapi hal tersebut, Lukmanul Hakim, M.Pd. menyampaikan bahwa usulan mengenai pengetatan aturan merokok akan segera ditindaklanjuti melalui penyempurnaan tata tertib madrasah.
“Melalui kegiatan Temu Wali Siswa ini, MA 1 Annuqayah berharap terbangun komunikasi yang semakin erat antara madrasah, orang tua, pesantren, dan masyarakat sehingga proses pendidikan dapat berjalan secara kolaboratif dalam mewujudkan lulusan yang berilmu, berkarakter, serta siap menghadapi tantangan masa depan,” pungkasnya.
Editor: Lukmanul Hakim





