
Guluk-Guluk, MASA.SCH.ID
Madrasah Aliyah (MA) 1 Annuqayah Guluk-Guluk Sumenep melaksanakan pelantikan pengurus unit periode 2026/2027. Kegiatan tersebut menjadi momentum pengukuhan sekaligus peneguhan komitmen para pengurus dalam menjalankan amanah organisasi di lingkungan madrasah.
Pelantikan yang dilaksanakan pada Kamis (06/08/2026) di Aula MA 1 Annuqayah tersebut diikuti oleh para pengurus dari sepuluh unit MA 1 Annuqayah, yakni Dewan Perwakilan Siswa (DPS), Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM), Sanggar Kotemang, Komunitas Siswa Jurusan (KSJ) IPA, KSJ IPS, KSJ Bahasa, KSJ Agama, Majalah Pentas, Unit Kesehatan Sekolah (UKS), dan Tim Creator MASA TV.
Prosesi pelantikan ditandai dengan pembacaan ikrar yang dibaca oleh para pengurus yang dilantik. Mereka menyatakan kesanggupan untuk menjalankan amanah kepengurusan, menaati aturan madrasah, menjaga nama baik lembaga, serta berkontribusi dalam pengembangan kegiatan siswa.
Kepala MA 1 Annuqayah, KH. A. Farid Hasan, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelantikan pengurus bukan sekadar kegiatan seremonial. Menurutnya, pelantikan merupakan awal dari sebuah proses pembelajaran yang akan membentuk karakter dan kemampuan kepemimpinan para siswa.
“Ketika kalian dilantik, sebenarnya yang kalian terima bukan hanya sebuah jabatan. Yang kalian terima adalah amanah. Dan amanah itu harus dijalankan dengan sungguh-sungguh, karena setiap amanah akan dimintai pertanggungjawaban,” tuturnya.
Ia menegaskan bahwa menjadi pengurus unit tidak boleh dipahami sebagai sebuah kebanggaan semata. Jabatan kepengurusan, kata dia, harus dibuktikan dengan kerja nyata, kedisiplinan, dan kesediaan memberikan manfaat bagi orang lain.
“Jangan sampai setelah dilantik kemudian merasa sudah menjadi orang penting. Justru setelah dilantik, kalian harus semakin banyak bekerja, semakin banyak belajar, dan semakin banyak memberikan manfaat,” pesannya.
Kiai Farid Hasan juga mengingatkan para pengurus agar tidak menjadikan organisasi sebagai alasan untuk mengabaikan kewajiban utama sebagai pelajar. Menurutnya, kemampuan membagi waktu antara belajar, berorganisasi, beribadah, dan menjalankan tanggung jawab lainnya merupakan bagian penting dari proses pendidikan kepemimpinan.
“Jangan sampai organisasi membuat kalian kehilangan arah dalam belajar. Pengurus yang baik bukan hanya aktif dalam kegiatan, tetapi juga mampu mengatur waktu. Kapan harus belajar, kapan harus berorganisasi, kapan harus beristirahat, dan kapan harus melaksanakan kewajiban yang lain,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia meminta para pengurus untuk tidak takut melakukan kesalahan selama proses belajar berorganisasi. Namun, setiap kesalahan harus dijadikan bahan evaluasi untuk memperbaiki diri dan organisasi.
“Dalam berorganisasi pasti ada masalah. Pasti ada perbedaan pendapat. Pasti ada program yang tidak berjalan sesuai rencana. Jangan takut menghadapi itu. Yang penting bagaimana kalian menyelesaikan masalah dengan cara yang baik,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya komunikasi dan kerja sama antarpengurus. Menurutnya, organisasi tidak dapat berjalan hanya dengan mengandalkan satu atau dua orang.
“Tidak ada organisasi yang bisa berjalan sendiri. Ketua tidak bisa bekerja sendiri, sekretaris tidak bisa bekerja sendiri, begitu juga bidang-bidang yang lain. Semuanya harus saling membantu. Kalau ada teman yang kesulitan, dibantu. Kalau ada yang melakukan kesalahan, diingatkan dengan cara yang baik,” ungkapnya.
Pengasuh Pondok Pesantren Annuqayah Al-Hasan Guluk-Guluk ini juga mengajak para pengurus untuk membangun budaya organisasi yang sehat, yaitu organisasi yang mampu menjadi ruang belajar, berkarya, dan mengembangkan potensi siswa.
“DPS memiliki peran dalam menumbuhkan budaya demokrasi dan keterwakilan siswa. OSIM menjadi salah satu wadah utama pengembangan kepemimpinan dan kegiatan kesiswaan. Sanggar Kotemang menjadi ruang kreativitas dan ekspresi seni siswa,” tandasnya.
Sementara itu, keberadaan KSJ IPA, KSJ IPS, KSJ Bahasa, dan KSJ Agama diharapkan mampu mendorong siswa untuk memperdalam minat dan kompetensi akademik sesuai bidang masing-masing.
“Setiap unit memiliki tugas dan karakter yang berbeda. Karena itu, jangan saling merasa paling penting. Semua memiliki peran masing-masing untuk mendukung kemajuan madrasah,” tegasnya.
Menurutnya, Majalah Pentas dan Tim Creator MASA TV juga memiliki posisi strategis dalam mendokumentasikan sekaligus menyampaikan berbagai aktivitas positif madrasah. Ia berharap para pengurus media mampu menghadirkan informasi yang mendidik, inspiratif, dan tetap menjunjung tinggi etika.
“Media bukan hanya soal mengambil gambar atau membuat berita. Media juga punya tanggung jawab menjaga nama baik lembaga. Karena itu, setiap informasi yang disampaikan harus benar, baik, dan memberikan manfaat,” pesannya.
Begitu pula dengan UKS, yang diharapkan tidak hanya berperan ketika ada siswa yang sakit, tetapi juga menjadi penggerak budaya hidup sehat di lingkungan madrasah.
“Semua unit harus memiliki program yang jelas. Jangan hanya aktif ketika ada acara. Buat kegiatan yang berkelanjutan sehingga keberadaan unit benar-benar dirasakan manfaatnya oleh siswa dan madrasah,” tambahnya.
Ia kemudian mengajak seluruh pengurus untuk menjadikan masa khidmat kepengurusan sebagai kesempatan mengembangkan kemampuan diri.
“Manfaatkan kesempatan ini untuk belajar memimpin, belajar berbicara, belajar mendengar, belajar bekerja sama, dan belajar menyelesaikan persoalan. Semua pengalaman itu akan menjadi bekal kalian di masa yang akan datang,” ujarnya.
Kiai Farid Hasan juga berpesan agar para pengurus tetap menjaga adab dan nilai-nilai kepesantrenan dalam menjalankan setiap kegiatan.
“Sebesar apa pun kegiatan kalian, jangan sampai adab ditinggalkan. Karena di madrasah dan pesantren, kemampuan harus berjalan bersama akhlak. Kepandaian tanpa akhlak tidak cukup,” tegasnya.
Ia berharap para pengurus mampu menjadi teladan bagi siswa lainnya, baik dalam kedisiplinan, etika, tanggung jawab, maupun kepedulian terhadap lingkungan madrasah.
“Kalau kalian ingin mengajak teman-teman disiplin, maka kalian harus lebih dahulu disiplin. Kalau ingin mengajak teman menjaga kebersihan, kalian harus memberikan contoh. Kalau ingin mengajak teman aktif belajar, kalian juga harus menunjukkan semangat belajar,” katanya.
Di akhir sambutannya, Dewan Pengasuh Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk ini mengajak seluruh pengurus untuk menjalankan kepengurusan dengan niat pengabdian.
“Jangan ukur keberhasilan kalian hanya dari banyaknya kegiatan. Ukur dari seberapa besar manfaat yang diberikan. Semoga apa yang kalian lakukan menjadi pengalaman yang berharga dan menjadi bagian dari amal baik selama belajar di MA 1 Annuqayah,” pungkasnya.
Pelantikan tersebut kemudian menjadi titik awal bagi sepuluh unit MA 1 Annuqayah untuk menjalankan program kerja masing-masing.
Dengan dukungan pimpinan madrasah, guru, dan seluruh warga madrasah, para pengurus diharapkan mampu membangun kolaborasi serta menghadirkan berbagai kegiatan yang edukatif, kreatif, dan berorientasi pada pengembangan potensi siswa.
Editor: Lukmanul Hakim





