
Guluk-Guluk, MASA.SCH.ID
Siswa Kelas XI IPA Madrasah Aliyah (MA) 1 Annuqayah Guluk-Guluk Sumenep melaksanakan kegiatan Praktikum Pembuatan Nugget Tempe sebagai bagian dari mata pelajaran Biologi pada materi sumber makanan dan sistem pencernaan.
Kegiatan tersebut berlangsung di ruang Kelas XI IPA dan diikuti khusus oleh siswa jurusan IPA, Selasa (27/01/2026).
Guru pengampu mata pelajaran Biologi, Bapak Hendri Yanto menjelaskan bahwa praktikum ini memang dikhususkan bagi siswa Kelas XI IPA karena berkaitan langsung dengan kompetensi dasar tentang sumber makanan dan uji kualitas pangan.
“Praktik ini hanya diikuti oleh siswa Kelas XI IPA saja, karena relevan dengan materi sumber makanan yang sedang mereka pelajari,” ujarnya saat diwawancarai.
Ia menambahkan, praktik pembuatan nugget tempe ini merupakan bentuk inovasi pembelajaran yang mengajak siswa berpikir kreatif dan kontekstual.
Jika pada umumnya nugget berbahan dasar ayam atau udang, kali ini bahan tersebut diganti dengan tempe.
“Biasanya nugget dibuat dari ayam atau udang, namun di sini kami mencoba inovasi dengan menggantinya menggunakan tempe. Selain rasanya enak, nugget tempe juga lebih ekonomis dibandingkan bahan lainnya,” jelasnya.
Menariknya, dalam pelaksanaan praktikum ini siswa tidak menggunakan fasilitas Laboratorium IPA. Mereka justru ditantang untuk berinovasi dengan peralatan sederhana.
“Kami tidak menggunakan alat laboratorium. Kompor dibuat dari kaleng bekas dengan bahan bakar spiritus, sedangkan alat lainnya dibawa sendiri oleh siswa yang sudah ditugaskan sebelumnya,” imbuh Bapak Hendri Yanto.
Praktikum ini dilaksanakan pada semester genap, tepatnya saat pembahasan materi sistem pencernaan. Kegiatan tersebut menjadi agenda rutin tahunan bagi siswa Kelas XI IPA.
“Tujuan praktik ini adalah melatih kemampuan siswa dalam menilai rasa, tekstur, bau, dan warna makanan. Karena itu praktik ini dikenal sebagai uji organoleptik,” terangnya.
Adapun alat yang digunakan dalam praktik ini meliputi satu set alat penggorengan seperti wajan dan spatula, kompor, baskom, piring, sendok, serta cobek atau ulekan.
Sementara bahan yang disiapkan antara lain tempe secukupnya, bawang prei, tepung terigu, garam dan penyedap rasa, tepung panir atau tepung roti, serta telur.
Proses pembuatannya diawali dengan mengukus tempe hingga matang, kemudian dihaluskan menggunakan cobek sampai bertekstur lembut.
Setelah itu, adonan dicampur dengan tepung terigu, garam, penyedap rasa, dan kuning telur agar hasilnya lebih lembut.
Bawang prei dimasukkan sebagai penambah cita rasa, lalu adonan dibentuk sesuai selera. Nugget yang telah dibentuk kemudian dicelupkan ke putih telur, dilapisi tepung roti, dan digoreng hingga berwarna kuning keemasan sebelum disajikan.
Selain dikonsumsi langsung, nugget tempe hasil praktikum ini juga dinilai cocok dijadikan stok frozen food, sehingga memiliki nilai guna lebih bagi siswa dalam kehidupan sehari-hari.
Salah satu siswa Kelas XI IPA M. Iqbal Qosadi mengaku kegiatan praktikum tersebut memberikan pengalaman belajar yang berbeda dan lebih aplikatif dibandingkan pembelajaran yang biasa dilakukan di kelas.
“Praktikum pembuatan nugget tempe ini sangat menarik dan membantu kami memahami materi Biologi, khususnya tentang sumber makanan. Selain itu, kami juga belajar bahwa tempe bisa diolah menjadi makanan yang bergizi dan bernilai ekonomis,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya memahami teori Biologi secara akademik, tetapi juga mendapatkan pengalaman praktis yang menumbuhkan kreativitas, kemandirian, dan kesadaran akan pentingnya pangan sehat dan terjangkau.
Editor: Lukmanul Hakim





