
Guluk-Guluk, MASA.SCH.ID
Madrasah Aliyah (MA) 1 Annuqayah Guluk-Guluk Sumenep kembali menggelar kegiatan serap aspirasi siswa sebagai wujud komitmen madrasah dalam membangun budaya dialog, partisipasi, dan keterbukaan, Rabu (14/01/2026) di Aula MA 1 Annuqayah.
Kegiatan ini menjadi ruang strategis bagi siswa dari berbagai jenjang dan jurusan untuk menyampaikan masukan, kritik, serta harapan demi terwujudnya pembelajaran yang lebih berkualitas dan lingkungan madrasah yang nyaman serta progresif.
Dari Kelas X IPA, aspirasi yang mengemuka antara lain pengaktifan kembali sistem penguncian pintu gerbang demi keamanan dan ketertiban, kejelasan penggunaan seragam guru sebagai identitas dan keteladanan, serta penguatan materi jurusan agar lebih terarah dan sesuai dengan kebutuhan siswa.
Sementara itu, Kelas X IPS 1 menyoroti kebijakan kedisiplinan, khususnya bagi siswa yang terlambat agar tidak langsung dipulangkan, melainkan diberi sanksi ringan yang bersifat mendidik. Mereka juga mengusulkan agar absensi siswa yang mengikuti kegiatan resmi MA 1 Annuqayah tetap dicatat sebagai “masuk”, bukan “izin”, sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi siswa dalam kegiatan madrasah.
Aspirasi dari Kelas X IPS 2 lebih menekankan pada pentingnya pembelajaran yang aplikatif. Siswa berharap mata pelajaran seperti Sosiologi, Bahasa Indonesia, dan Geografi tidak hanya berisi teori, tetapi juga disertai praktik. Selain itu, mereka mengusulkan pengadaan lapangan voli sebagai sarana olahraga dan pengembangan minat bakat siswa.
Kelas X Bahasa mengharapkan adanya pembaruan metode pembelajaran guru agar lebih variatif dan menarik, serta mendesak adanya guru pengganti untuk mata pelajaran Bahasa Jepang.
Adapun Kelas X Agama menyoroti sistem kepengurusan OSIS, DPS, dan Media Madrasah agar lebih transparan dan terbuka, tidak hanya merekrut siswa yang “dikenal” saja. Mereka juga mengusulkan adanya pelatih atau pembimbing khusus untuk lomba ke luar serta sistem pendelegasian lomba yang lebih jelas dan adil.
Dari tingkat XI, Kelas XI IPA mengeluhkan dominasi teori tanpa praktik, keterbatasan kelengkapan Laboratorium IPA, kejelasan sistem pengumuman madrasah, serta buku paket yang dinilai sulit dipahami.
Kelas XI IPS 1 menyampaikan bahwa klub ekstrakurikuler belum berjalan optimal dan perlunya penguatan mata pelajaran jurusan.
Kelas XI IPS 2 menyoroti belum diperbaruinya buku-buku perpustakaan serta kondisi kipas angin dari jendela yang menimbulkan kebisingan dan mengganggu kenyamanan belajar.
Sementara itu, Kelas XI Bahasa mengharapkan agar Laboratorium Bahasa segera diwujudkan sebagai sarana penunjang pembelajaran keterampilan berbahasa.
Dari Kelas XI Agama, aspirasi yang disampaikan berkaitan dengan kejelasan status kegiatan PBB (Pelatihan Baris-Berbaris) apakah akan diaktifkan kembali atau tidak, serta kemudahan dan kejelasan prosedur perizinan lomba ke luar madrasah.
Memasuki tingkat XII, Kelas XII IPA menyoroti pentingnya penguatan dan pengaktifan kembali kegiatan ekstrakurikuler sebagai wadah pengembangan potensi siswa.
Kelas XII IPS 2 menyampaikan beberapa aspirasi, di antaranya perlunya praktik pembuatan sabun sebagai pembelajaran keterampilan hidup, kebutuhan surat keterangan seragam bagi siswa yang mengalami luka, serta ketiadaan pamflet lomba yang menyebabkan kurangnya informasi kegiatan.
Kelas XII Bahasa mengusulkan pembaruan metode pembelajaran, meminta kejelasan terkait perizinan siswa untuk mengikuti lomba, serta menyoroti klub ekstrakurikuler yang belum berjalan sebagaimana mestinya.
Adapun Kelas XII Agama menekankan pentingnya peningkatan budaya literasi, penguatan praktik Qiraatul Kutub, mempertanyakan mengapa dalam kegiatan COC tidak ada lomba Tartil, serta mengusulkan adanya ekstrakurikuler khusus belajar Al-Qur’an.
Melalui kegiatan serap aspirasi ini, MA 1 Annuqayah menunjukkan keseriusannya dalam menjadikan siswa sebagai subjek pendidikan yang aktif dan berperan dalam pembangunan madrasah.
Aspirasi yang terkumpul akan menjadi bahan evaluasi dan dasar pertimbangan bagi pimpinan madrasah dalam menyusun kebijakan serta program kerja ke depan.
Dengan semangat musyawarah, MA 1 Annuqayah terus berikhtiar mewujudkan madrasah yang responsif, inklusif, dan adaptif terhadap kebutuhan zaman, demi melahirkan generasi siswa yang unggul dalam ilmu, matang dalam karakter, dan siap berkhidmah untuk agama, bangsa, dan umat.
Editor: Lukmanul Hakim





