
Guluk-Guluk, MASA.SCH.ID
Dalam rangka menumbuhkan kesadaran etika dan adab di lingkungan pelajar, K. M. Faizi, M.Hum menyampaikan penyajian bertema “Hal yang Salah, Kaprah, dan Salah Kaprah dalam Kehidupan Sehari-hari” di kegiatan rutin mingguan berupa apel pagi Madrasah Aliyah (MA) 1 Annuqayah Guluk-Guluk Sumenep pada Selasa (27/01/2026) di Aula MA 1 Annuqayah.
Penyajian ini menekankan pentingnya membedakan antara kebiasaan yang dianggap biasa oleh masyarakat dengan perilaku yang sebenarnya keliru dan berdampak negatif bagi orang lain.
K. M. Faizi menjelaskan bahwa banyak perilaku yang sering dilakukan karena sudah menjadi kebiasaan, padahal jika ditinjau dari sisi keselamatan, adab, dan kemaslahatan bersama, justru tergolong salah kaprah.
“Oleh sebab itu, diperlukan kesadaran dan keberanian untuk memperbaiki diri demi terciptanya lingkungan yang tertib, nyaman, dan saling menghormati,” ujar Sastrawan Nasional ini.
Salah satu poin penting yang disampaikan adalah larangan merokok sambil berkendara.
Menurut Pangasuh Pondok Pesantren Annuqayah Al-Furqaan Guluk-Guluk, tindakan tersebut tidak hanya membahayakan diri sendiri, tetapi juga dapat mencelakakan orang lain, baik karena asap rokok maupun bara api yang bisa terjatuh di jalan.
“Ini merupakan contoh nyata perilaku yang sering dianggap sepele, padahal memiliki risiko besar,” lanjutnya.
Selain itu, K. M. Faizi menyoroti adab sederhana di lingkungan sekolah, seperti larangan menginjak atau mengambil sandal milik siswa lain.
“Meskipun terlihat kecil, perilaku tersebut mencerminkan kurangnya rasa hormat terhadap hak milik orang lain dan dapat melukai perasaan sesama,” tegas Dewan Pengasuh Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk ini.
Dalam konteks kegiatan dan acara, beliau mengingatkan agar penggunaan sound system tidak perlu terlalu nyaring.
“Suara yang terlalu keras justru mengganggu lingkungan sekitar dan bertentangan dengan prinsip kenyamanan bersama. Islam sendiri mengajarkan keseimbangan dan tidak berlebihan dalam segala hal,” jelasnya.
Lebih lanjut, K. M. Faizi menekankan pentingnya sikap cepat merespons dan memiliki rasa hormat (respect) dalam menghadapi berbagai situasi.
“Siswa diharapkan memiliki kepekaan sosial, tanggap terhadap keadaan, serta mampu bersikap sopan dan bertanggung jawab,” jelas Dosen Universitas Annuqayah Guluk-Guluk ini.
Hal teknis juga tidak luput dari perhatian, seperti cara memegang mikrofon yang benar, yakni dengan posisi sekitar 45 derajat.
Menurut beliau, cara ini bertujuan agar suara lebih jelas, tidak pecah, dan lebih nyaman didengar oleh audiens.
Beliau juga mengingatkan agar tidak meludah sembarangan, terutama saat berkendara.
“Selain tidak etis, tindakan ini dapat mengganggu pengguna jalan lain dan mencerminkan kurangnya kepedulian terhadap kebersihan serta kesehatan lingkungan,” terang Penulis Banyak Buku Fiksi dan Non Fiksi ini.
Poin terakhir yang ditekankan adalah kewajiban mematuhi rambu-rambu lalu lintas.
Hal ini bukan hanya bentuk ketaatan pada aturan negara, tetapi juga wujud tanggung jawab moral untuk menjaga keselamatan diri sendiri dan orang lain.
Melalui penyajian ini, K. M. Faizi mengajak seluruh siswa untuk lebih peka terhadap perilaku sehari-hari yang sering dianggap remeh.
Beliau menegaskan bahwa perubahan besar berawal dari hal-hal kecil. Dengan memperbaiki adab, etika, dan kepedulian sosial, siswa diharapkan mampu menjadi pribadi yang berakhlak mulia, disiplin, serta bermanfaat bagi masyarakat, sejalan dengan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah yang menjunjung tinggi adab dan kemaslahatan bersama.
Editor: Lukmanul Hakim





