Kepala MA 1 Annuqayah Tekankan Lulusan Harus Ngabdi di Tengah Masyarakat

Guluk-Guluk, MASA.SCH.ID

Kepala Madrasah Aliyah (MA) 1 Annuqayah Guluk-Guluk Sumenep, KH. A. Farid Hasan menuturkan bahwa lulusan MA 1 Annuqayah harus siap mengabdi di tengah masyarakat dengan tetap membawa nilai-nilai akhlak dan pendidikan pesantren.

Hal tersebut disampaikannya saat sambutan dalam kegiatan Tasyakkuran dan Lepas Pisah Siswa Kelas Akhir (SISKA) MA 1 Annuqayah, Sabtu (30/05/2026) di Aula MA 1 Annuqayah.

Kiai Farid Hasan mengingatkan bahwa setelah menyelesaikan pendidikan di madrasah, para siswa akan menghadapi lembaran kehidupan baru di tengah masyarakat dengan berbagai aktivitas dan tantangannya.

“Setelah ini kalian akan melihat lembaran kehidupan di masyarakat, melihat bagaimana mereka beraktivitas dalam keseharian. Itu semua harus menjadi pelajaran bagi kalian,” tuturnya.

Ia juga menegaskan bahwa keberadaan lulusan madrasah di tengah masyarakat harus mampu memberikan manfaat dan membantu kehidupan sosial masyarakat sekitar.

Menurutnya, ilmu yang diperoleh selama di madrasah dan pesantren tidak cukup hanya dipahami secara teori, tetapi juga harus diwujudkan dalam bentuk pengabdian nyata.

“Kalian harus bisa membantu keseharian mereka. Jadilah orang yang bermanfaat di tengah masyarakat,” pesannya.

Selain itu, Kiai Farid Hasan juga menekankan pentingnya menjaga sikap dan perilaku ketika berada di lingkungan masyarakat.

Ia berharap para lulusan MA 1 Annuqayah mampu menunjukkan akhlak yang baik, sopan santun, dan perilaku terpuji sebagai cerminan pendidikan pesantren dan madrasah.

“Bertingkahlah yang baik, sopan, dan bagus di tengah-tengah masyarakat. Jangan sampai nama baik madrasah dan pesantren tercoreng karena perilaku yang kurang baik,” ungkapnya.

Pengasuh PP. Annuqayah Daerah Al-Hasan Guluk-Guluk ini juga mengingatkan agar para siswa menjadikan setiap tempat sebagai sarana belajar dan pendidikan bagi diri sendiri.

Menurutnya, kehidupan di luar madrasah akan memberikan banyak pengalaman yang dapat membentuk kedewasaan dan kehati-hatian dalam bersikap.

“Jadikan tempat mana pun sebagai pendidikan atau guru bagi kalian, agar lebih hati-hati dalam menjalani kehidupan,” katanya.

Di akhir sambutannya, Kiai Farid Hasan memberikan pesan khusus kepada siswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke luar daerah agar tetap melanjutkan tradisi mondok di pesantren.

Menurutnya, lingkungan pesantren sangat penting untuk menjaga akhlak, kedisiplinan, dan pembentukan karakter generasi muda.

“Kalau bisa, siswa yang mau lanjut keluar harus tetap mondok. Karena pondok akan menjadi benteng akhlak dan tempat belajar kehidupan,” pungkasnya.

Editor: Lukmanul Hakim

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *