Santri dan Teknologi Jadi Fokus Materi Pembuka Remedial Enrichment MA 1 Annuqayah 2026

Guluk-Guluk, MASA.SCH.ID

Pemanfaatan teknologi dan kesiapan santri menghadapi perkembangan digital menjadi fokus utama pada hari pertama kegiatan Remedial Enrichment Siswa Kelas Akhir (SISKA) Madrasah Aliyah (MA) 1 Annuqayah Guluk-Guluk Sumenep tahun 2026.

Kegiatan yang akan berlangsung selama enam hari, mulai 09-14 Mei 2026 tersebut dibuka pada Sabtu (09/5/2026) dengan penyajian materi bertema “Pemanfaatan Teknologi dan Informasi” bertempat di Aula MA 1 Annuqayah.

Materi pembuka disampaikan oleh K. Mohammad Waail Al Wajieh, M.Kom. di hadapan seluruh siswa kelas akhir MA 1 Annuqayah.

Dalam penyampaiannya, ia menekankan pentingnya santri untuk memahami perkembangan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai kepesantrenan.

“Santri sebagai pribadi yang tidak hanya mempelajari ilmu agama, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial serta kemampuan menghadapi perkembangan zaman. Santri harus mampu menjadi generasi yang adaptif dan tetap berpegang pada akhlak serta tradisi keilmuan pesantren,” jelasnya.

Selain itu, ia juga memaparkan pengertian teknologi sebagai sarana yang dapat membantu manusia dalam berbagai aktivitas kehidupan.

“Teknologi telah menjadi bagian penting dalam dunia pendidikan, komunikasi, hingga pengembangan dakwah di era modern,” ungkap Kiai Waail.

Dalam kesempatan tersebut, pembahasan juga diarahkan pada perkembangan era revolusi industri 4.0 dan society 5.0. Era 4.0 ditandai dengan pesatnya digitalisasi dan otomatisasi, sedangkan era 5.0 menempatkan manusia sebagai pusat pemanfaatan teknologi berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

“Santri masa kini harus melek teknologi agar mampu bersaing dan berkontribusi di tengah masyarakat. Penguasaan teknologi tidak hanya penting untuk kebutuhan akademik, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk dakwah dan pengembangan diri,” tambahnya.

Kiai Waail juga mengingatkan para peserta agar mampu beradaptasi dengan perkembangan AI yang semakin berkembang pesat.

“Kehadiran AI, menurutnya, dapat membantu mempermudah pekerjaan dan proses belajar apabila digunakan secara bijak,” tandasnya.

Meski demikian, ia menekankan bahwa AI hanyalah alat bantu, bukan sumber utama ilmu pengetahuan.

“Oleh karena itu, para santri tetap harus mengutamakan proses belajar langsung kepada guru, membaca referensi, dan memperkuat kemampuan berpikir kritis,” pungkasnya.

Kegiatan Remedial Enrichment SISKA MA 1 Annuqayah dijadwalkan berlangsung hingga 14 Mei 2026 dengan berbagai materi penguatan akademik dan pengembangan wawasan bagi siswa kelas akhir sebagai bekal menghadapi jenjang berikutnya dan terjun di tengah-tengah masyarakat.

Editor: Lukmanul Hakim

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *