
Guluk-Guluk, MASA.SCH.ID
KH. A. Hanif Hasan selaku Dewan Pengasuh Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk Sumenep menegaskan pentingnya silaturahim dan kesederhanaan hidup sebagai nilai utama yang harus dijaga oleh para alumni.
Hal tersebut disampaikannya saat mengisi Tausiyah dalam kegiatan Halal Bihalal dan Temu Alumni Lintas Generasi Madrasah Aliyah 1 Annuqayah Tahun 2026 di Aula MA 1 Annuqayah, Rabu (25/03/2026).
Menurutnya, kehadiran para alumni dalam kegiatan tersebut merupakan tanda kebaikan hati dan kepedulian terhadap hubungan sosial serta ikatan spiritual dengan guru dan sesama.
“Yang hadir dalam temu alumni ini pasti orang baik, karena masih memiliki keinginan untuk bersilaturahmi,” ujarnya.
Dosen Universitas Annuqayah Guluk-Guluk ini juga mengingatkan tentang hakikat kehidupan yang sangat singkat. Ia mengajak para alumni untuk tidak terjebak dalam gemerlap dunia yang seringkali menjerumuskan manusia pada sikap berlebihan dan mengikuti hawa nafsu.
“Hidup ini sangat sebentar. Maka jangan sampai kita menjalani hidup hanya untuk kemewahan, hanya untuk mengikuti hawa nafsu,” pesannya dengan penuh ketegasan.
Ia menekankan bahwa kesuksesan yang diraih oleh alumni, baik dalam bidang profesi, pendidikan, maupun sosial, tidak boleh menjauhkan diri dari nilai-nilai kesederhanaan dan kebersahajaan yang telah diajarkan di pesantren.
“Rasulullah SAW sebagai teladan dan figur utama dalam menjalani kehidupan, yang meskipun memiliki kedudukan tinggi, tetap hidup sederhana dan dekat dengan umatnya,” tambahnya.
Menurut Kiai Hanif, meski sukses, seseorang harus tetap berbaur di bawah, seperti Nabi. “Meski menjadi pemimpin, tetap sederhana. Bahkan beliau (nabi) tidur di atas alas yang sangat kasar sampai membekas di tubuhnya,” pungkasnya.
Pesan tersebut menjadi pengingat bagi para alumni agar tidak terlena oleh capaian duniawi, tetapi tetap menjaga sikap rendah hati, sederhana, dan dekat dengan masyarakat.
Tausiyah yang disampaikan dengan penuh keteduhan itu disambut khidmat oleh para alumni. Suasana hening dan penuh perenungan terasa saat para alumni menyimak setiap pesan yang disampaikan, seolah menjadi refleksi perjalanan hidup masing-masing.
Editor: Lukmanul Hakim





