
Guluk-Guluk, MASA.SCH.ID
Untuk memperkuat pemahaman siswa terhadap warisan budaya dan sejarah lokal, Madrasah Aliyah (MA) 1 Annuqayah Guluk-Guluk mengadakan kunjungan edukatif ke Museum Keraton Sumenep, Selasa (22/07/2025).
Kegiatan ini diikuti oleh puluhan siswa yang tergabung dalam Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) dan didampingi oleh beberapa guru pendamping MA 1 Annuqayah.
Kunjungan ini merupakan bagian dari program pembelajaran luar kelas (outing class) yang bertujuan menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap sejarah dan budaya Madura, khususnya warisan Kesultanan Sumenep yang masih lestari hingga kini.
“Melalui kunjungan ini, kami ingin mengenalkan siswa secara langsung pada peninggalan sejarah yang selama ini hanya mereka pelajari di buku teks. Kami ingin mereka merasakan atmosfer kebudayaan yang hidup,” ujar Bapak Mahrus salah satu guru pendamping yang turut serta dalam kegiatan tersebut.
Setibanya di Museum Keraton Sumenep, para siswa disambut oleh pemandu museum yang menjelaskan secara rinci berbagai koleksi bersejarah yang tersimpan di sana, mulai dari perabotan keraton, pusaka kerajaan, hingga naskah-naskah kuno beraksara Arab dan Pegon.
Salah satu siswa Kelas XI MA 1 Annuqayah, Moh. Sirojuddin mengaku sangat antusias mengikuti kunjungan ini. “Saya baru pertama kali ke sini. Ternyata banyak peninggalan kerajaan yang belum saya tahu. Ini pengalaman yang sangat membuka wawasan,” ungkapnya.
Para siswa juga diajak menyusuri bangunan utama keraton yang masih mempertahankan arsitektur kuno khas perpaduan budaya Jawa, Tionghoa, dan Eropa.
Pemandu menjelaskan nilai-nilai filosofi di balik bentuk bangunan dan tata ruang keraton yang sarat makna spiritual dan budaya.
Waka Kesiswaan MA 1 Annuqayah Bapak Lukmanul Hakim, dalam keterangannya menyebutkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen madrasah dalam mengintegrasikan pendidikan karakter dan kebudayaan ke dalam proses belajar siswa.
“Pendidikan sejarah dan budaya adalah fondasi penting dalam membentuk jati diri siswa. Sebagai generasi penerus, mereka perlu memahami akar budayanya agar tidak tergerus oleh arus globalisasi,” jelasnya.
Kegiatan kunjungan ini ditutup dengan refleksi dan diskusi singkat di pelataran keraton. Siswa diminta menuliskan kesan dan pengetahuan baru yang mereka peroleh selama kunjungan, sebagai bentuk evaluasi dan dokumentasi pembelajaran.
Dengan semangat “Kenali Budayamu, Kuatkan Identitasmu,” MA 1 Annuqayah berharap kegiatan semacam ini dapat terus dilakukan secara berkala sebagai media edukatif dan inspiratif dalam membangun kesadaran sejarah dan budaya di kalangan pelajar.
Penulis: Lukmanul Hakim
Editor: Lukmanul Hakim