Membentuk Insan Qurani dan Unggul di Era Merdeka Belajar: Kurikulum Madrasah Aliyah 1 Annuqayah Putra

Guluk-Guluk, Sumenep – Di tengah arus perubahan pendidikan nasional, Madrasah Aliyah 1 Annuqayah Putra, sebuah lembaga pendidikan menengah berbasis pesantren yang berada di bawah naungan Pesantren Annuqayah, terus menunjukkan eksistensinya dalam membentuk generasi muda yang unggul secara intelektual dan kuat secara spiritual.

Sebagai bagian dari sistem pendidikan madrasah di bawah Kementerian Agama, MA 1 Annuqayah Putra kini berada dalam fase transisi penting: mengadopsi Kurikulum Merdeka yang disinergikan dengan nilai-nilai kepesantrenan dan keislaman khas Annuqayah. Kurikulum ini tidak hanya menekankan capaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan penguatan identitas sebagai pelajar Muslim Indonesia.

🔹 Kurikulum Merdeka yang Diselaraskan dengan Nilai Pesantren

Dalam struktur Kurikulum Merdeka yang mulai diterapkan, MA 1 Annuqayah Putra mengimplementasikan pembelajaran berbasis proyek penguatan karakter, yaitu Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Pelajar Rahmatan lil ‘Alamin (P5 + P2RA). Hal ini sangat selaras dengan semangat pesantren yang mengedepankan nilai:

  • Kemandirian
  • Kepedulian sosial
  • Akhlak mulia
  • Tanggung jawab spiritual

Siswa MA tidak hanya belajar Fisika dan Matematika, tetapi juga Qur’an Hadis, Fikih, Akidah Akhlak, SKI (Sejarah Kebudayaan Islam), dan Bahasa Arab secara intensif. Penekanan ini semakin kuat dengan adanya kegiatan diniyah dan pembiasaan ibadah harian di pesantren yang terintegrasi dengan kegiatan belajar formal.

🔹 Menyinergikan Kurikulum Nasional dan Kurikulum Lokal (Pesantren)

Salah satu kekuatan MA 1 Annuqayah Putra adalah kemampuannya untuk mengintegrasikan kurikulum nasional dengan kurikulum khas pesantren. Misalnya:

  • Materi Balaghah, Nahwu-Sharaf, Tauhid, dan Tasawuf disisipkan sebagai bagian dari muatan lokal khas pesantren.
  • Kegiatan muhadharah, bahtsul masail, dan halaqah kitab kuning menjadi pelengkap kurikulum yang mengasah kecakapan berpikir kritis dan retorika keagamaan.

🔹 Fleksibilitas dan Pendalaman Minat Siswa

Kurikulum Merdeka memberi ruang bagi madrasah untuk mengembangkan struktur pembelajaran yang berbasis minat, bakat, dan potensi lokal. MA 1 Annuqayah Putra merespons hal ini dengan menawarkan:

  • Penjurusan berbasis minat (IPA, IPS, dan Keagamaan)
  • Program tambahan seperti tahfidz, riset ilmiah santri, dan kewirausahaan berbasis lokalitas santri
  • Penerapan blended learning dan teknologi pendidikan dengan tetap menjunjung nilai adab dan keteladanan

🔹 Transformasi Menuju Madrasah Unggul

Dengan fondasi nilai-nilai tauhid, ilmu, dan amal, MA 1 Annuqayah Putra menegaskan visinya sebagai madrasah unggul yang tidak hanya mencetak lulusan untuk perguruan tinggi favorit, tetapi juga membentuk ulama intelektual, pemimpin sosial, dan pendidik masa depan yang membawa ruh pesantren dalam kehidupan nyata.

Dalam dokumen pedoman yang dikeluarkan Kemenag RI tentang implementasi Kurikulum Merdeka di madrasah, disebutkan bahwa madrasah perlu menjadi pusat integrasi antara nilai keagamaan, ilmu pengetahuan, dan karakter kebangsaan. Dan dalam hal ini, MA 1 Annuqayah Putra membuktikan dirinya sebagai model yang layak diteladani.

🔚 Penutup

Kurikulum hanyalah alat, tetapi ruh pendidikan ada pada nilai, keteladanan, dan arah visi. MA 1 Annuqayah Putra membuktikan bahwa ketika kurikulum negara disinergikan dengan nilai-nilai pesantren yang kuat, maka akan lahir generasi yang berilmu, beradab, dan siap menjawab tantangan zaman.