Peserta OPABA Dikenali Sejarah dan Prestasi Sanggar Kotemang

Guluk-Guluk, MASA.SCH.ID

Peserta Orientasi dan Penerimaan Anggota Baru (OPABA) Sanggar Kotemang Madrasah Aliyah (MA) 1 Annuqayah Guluk-Guluk Sumenep diajak mengenal sejarah perjalanan dan berbagai prestasi sanggar melalui materi Selayang Pandang Sanggar Kotemang pada hari kedua kegiatan, di aula setempat, Rabu (21/10/2026).

Materi tersebut disampaikan oleh Syahirul Alim, M.Pd. Dalam pemaparannya, ia mengenalkan perjalanan Sanggar Kotemang dalam mengembangkan seni teater, termasuk sejumlah pementasan dan penghargaan yang berhasil diraih di tingkat regional maupun nasional.

“Salah satu prestasi yang diraih Sanggar Kotemang tercatat pada 19 Maret 2016 dalam Festival Seni Pelajar se-Jawa Timur di Universitas Muhammadiyah Surabaya. Dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh Teater Sanggar Satria UM Surabaya tersebut, Sanggar Kotemang berhasil meraih Juara I, Sutradara Terbaik, dan Artistik Terbaik,” jelasnya.

Pada tahun yang sama, lanjutnya, Sanggar Kotemang tampil membawakan lakon Suluk Santri dalam Pekan Olahraga dan Seni antar Pondok Pesantren Tingkat Nasional VII (POSPENAS) di Banten pada 3 November 2016.

“Sanggar ini juga mementaskan Suluk Santri Part 2 dalam kegiatan Jambore Teater yang diselenggarakan Dewan Kesenian Jawa Timur pada 5–7 September 2016 di Pendopo Taman Budaya Jawa Timur, Gedung Cak Durasim,” lanjut Syahirul Alim.

Ia menambahkan, prestasi lainnya diraih melalui pementasan Menara Air Mata yang mengangkat Qasidah Burdah Al-Bushiri karya Sangat Mahendra.

“Pada 22 April 2018, Sanggar Kotemang untuk ketiga kalinya secara berturut-turut meraih Juara I dan penghargaan Sutradara Terbaik dalam Lomba Teater Tingkat SMA se-Jawa Timur yang diselenggarakan oleh UKM Teater Cemara STIESIA Surabaya,” tandasnya.

Lakon Menara Air Mata kembali dipentaskan dalam acara Temu Generasi Muda ke-32 Parisadha Buddha Dharma Niciren Syosyu Indonesia (TGM ke-32 NSI) pada 6 Juli 2019, dengan mengangkat Pasal 1 Burdah Al-Bushiri.

“Melalui materi Selayang Pandang Sanggar Kotemang, peserta OPABA mengenal rekam jejak sanggar dalam dunia teater. Sejarah pementasan dan berbagai prestasi tersebut menjadi bagian dari perjalanan Sanggar Kotemang dalam mengembangkan kreativitas dan berkesenian di lingkungan MA 1 Annuqayah,” pungkasnya.

Editor: Lukmanul Hakim

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *