OPABA Sanggar Kotemang Bekali Peserta Materi Teater dan Keaktoran

Guluk-Guluk, MASA.SCH.ID

Sanggar Kotemang Madrasah Aliyah (MA) 1 Annuqayah Guluk-Guluk Sumenep menggelar kegiatan Orientasi dan Penerimaan Anggota Baru (OPABA) dengan menyajikan sejumlah materi kesenian dan kesusastraaan.

Salah satu materi yang diberikan pada hari pertama adalah teater dan keaktoran yang disampaikan oleh Mahendra Cipta untuk mengenalkan peserta pada dunia seni pertunjukan, di aula setempat, Selasa (20/10/2026).

Mahendra Cipta menjelaskan bahwa, penyajian materi tersebut menjadi bagian dari upaya Sanggar Kotemang dalam membekali calon anggota dengan pengetahuan dasar tentang seni teater.

“Melalui materi ini, peserta diharapkan dapat memahami seni peran, mengembangkan kemampuan berekspresi, serta mengenali berbagai hal yang berkaitan dengan proses kreatif dalam sebuah pertunjukan,” jelasnya.

Materi teater dan keaktoran yang disampaikan Mahendra Cipta juga menjadi kesempatan bagi peserta untuk memperluas wawasan mengenai dunia seni panggung.

“Keaktoran tidak hanya berkaitan dengan kemampuan seseorang dalam memerankan tokoh, tetapi juga membutuhkan penghayatan, pemahaman karakter, dan kemampuan menyampaikan pesan kepada penonton melalui peran yang dimainkan,” lanjut Mahendra Cipta.

Dalam seni teater, seorang aktor dituntut untuk mampu memahami karakter tokoh yang diperankan agar pesan dalam sebuah pertunjukan dapat tersampaikan dengan baik.

“Oleh karena itu, pengenalan materi keaktoran menjadi salah satu bekal penting bagi calon anggota yang ingin mengembangkan kemampuan di bidang seni pertunjukan,” tambah Mahendra Cipta.

Mahendra Cipta juga berharap, peserta OPABA dapat memperoleh gambaran awal mengenai proses menjadi seorang aktor.

“Selain memahami teori dasar, peserta juga diharapkan memiliki keberanian untuk mengeksplorasi kemampuan diri, membangun kepercayaan diri, serta mengembangkan kreativitas melalui kegiatan berkesenian,” harapnya.

Menurutnya, kegiatan OPABA tidak hanya menjadi sarana penerimaan anggota baru, tetapi juga menjadi ruang pengenalan terhadap lingkungan dan tradisi berkesenian yang dikembangkan Sanggar Kotemang MA 1 Annuqayah.

“Melalui kegiatan berkesenian, peserta dapat belajar mengekspresikan gagasan, mengasah kepekaan, serta membangun kemampuan bekerja sama dalam sebuah proses kreatif,” tandasnya.

Selain itu, teater dapat menjadi media untuk menyampaikan pesan dan nilai-nilai kehidupan kepada masyarakat.

“Sebuah pertunjukan tidak hanya menampilkan kemampuan aktor di atas panggung, tetapi juga dapat menghadirkan refleksi terhadap berbagai persoalan sosial dan pengalaman manusia,” ungkap Mahendra Cipta.

Dengan demikian, pembelajaran teater diharapkan dapat memperluas cara pandang peserta dalam memahami lingkungan di sekitarnya.

“Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat menjadi bekal bagi peserta untuk mengikuti proses pembelajaran dan kegiatan sanggar selanjutnya,” pungkasnya.

Editor: Lukmanul Hakim

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *