Kiai Zamzami Sabiq Ajak Murid Baru Jaga Motivasi Belajar dan Stop Bullying

Guluk-Guluk, MASA.SCH.ID

Dr. K. Zamzami Sabiq, M.Psi. mengatakan bahwa motivasi belajar yang kuat dan lingkungan sekolah yang bebas dari perundungan (bullying) menjadi kunci terciptanya proses pendidikan yang berkualitas.

Hal tersebut disampaikannya saat menyampaikan materi Motivasi Belajar dan Anti Bullying pada kegiatan Masa Taaruf Murid Madrasah (MATAMUDA) 2026 Madrasah Aliyah (MA) 1 Annuqayah Guluk-Guluk Sumenep, di Aula MA 1 Annuqayah, Senin (13/07/2026).

Mengawali penyampaiannya, Kiai Zamzami mengajak seluruh murid baru memanfaatkan kesempatan belajar di madrasah sebagai momentum untuk terus berkembang. Menurutnya, apa pun alasan seseorang datang ke sekolah, hendaknya ia pulang dengan semangat dan tujuan baru untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

“Apapun alasan kalian datang ke sekolah hari ini, semoga ketika pulang nanti membawa alasan baru untuk terus belajar, berkembang, dan memperbaiki diri,” pesannya di hadapan para peserta MATAMUDA.

Beliau menegaskan bahwa keberhasilan seseorang tidak hanya ditentukan oleh tingkat kecerdasan intelektual (IQ).

“Lebih dari itu, kesuksesan lahir dari perpaduan kemauan belajar yang tinggi, kedisiplinan, konsistensi, serta lingkungan yang mendukung perkembangan diri,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kiai Zamzami juga membagikan sejumlah cara menjaga motivasi belajar. Di antaranya adalah memiliki tujuan yang jelas, membiasakan belajar sedikit tetapi dilakukan secara rutin, mengurangi distraksi penggunaan gawai, berteman dengan orang-orang yang membawa pengaruh positif, serta senantiasa melibatkan Allah SWT dalam setiap ikhtiar menuntut ilmu.

“Motivasi harus terus dipelihara. Jangan menunggu semangat datang, tetapi bangunlah kebiasaan belajar yang baik dan iringi setiap usaha dengan doa kepada Allah,” tuturnya.

Selain membahas motivasi belajar, beliau memberikan perhatian khusus terhadap persoalan bullying yang masih menjadi tantangan di dunia pendidikan.

“Salah satu faktor yang membuat murid merasa tidak nyaman belajar di sekolah adalah adanya tindakan perundungan,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa bullying memiliki berbagai bentuk, mulai dari bullying verbal, nonverbal, sosial, hingga cyber bullying yang terjadi melalui media digital. Seluruh bentuk perundungan tersebut dapat memberikan dampak negatif, tidak hanya bagi korban, tetapi juga bagi pelaku, bahkan mencoreng iklim pendidikan di sekolah.

“Bullying tidak pernah menyelesaikan masalah. Korban bisa kehilangan rasa percaya diri, pelaku akan terbiasa dengan perilaku yang salah, dan sekolah kehilangan suasana belajar yang sehat,” jelasnya.

Karena itu, Kiai Zamzami mengajak seluruh murid baru untuk menjadi teman yang saling menguatkan, saling menghargai, dan menciptakan lingkungan belajar yang aman serta nyaman bagi semua.

“Jadilah teman yang menguatkan. Stop bullying. Sekolah yang hebat dibangun oleh murid yang saling mendukung, saling menghormati, dan bersama-sama bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik,” pungkasnya.

Editor: Lukmanul Hakim

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *