KH. Abdul Halim: Luruskan Niat dan Kelola Waktu untuk Raih Belajar Efektif

Guluk-Guluk, MASA.SCH.ID

KH. Abdul Halim Abdul Majid, Lc., M.A menuturkan bahwa meluruskan niat dan mengelola waktu dengan baik menjadi kunci utama dalam mewujudkan proses belajar yang efektif.

Hal tersebut disampaikannya saat mengisi materi Teknik Belajar pada kegiatan Masa Taaruf Murid Madrasah (MATAMUDA) 2026 Madrasah Aliyah (MA) 1 Annuqayah Guluk-Guluk Sumenep di Aula MA 1 Annuqayah, Ahad (12/07/2026).

Di hadapan murid baru, Kiai Abdul Halim menegaskan bahwa langkah pertama yang harus dilakukan setiap penuntut ilmu adalah meluruskan niat. Menurutnya, belajar hendaknya diniatkan sebagai bentuk ibadah dan ikhtiar untuk mencari rida Allah SWT, bukan semata-mata mengejar nilai, ijazah, ataupun pengakuan.

“Ketika niat belajar benar, maka setiap proses yang dijalani akan bernilai ibadah dan lebih mudah mendatangkan keberkahan ilmu,” ungkapnya.

Selain meluruskan niat, beliau juga mengingatkan pentingnya kemampuan beradaptasi dengan lingkungan dan kondisi baru.

“Sebagai murid baru, peserta MATAMUDA diharapkan mampu menyesuaikan diri dengan budaya madrasah, kehidupan pesantren, serta pola pembelajaran agar proses belajar dapat berlangsung secara optimal,” ungkap Guru MA 1 Annuqayah Guluk-Guluk ini.

Dalam penyampaiannya, Kiai Abdul Halim juga mengajak para peserta mengenali karakter dan gaya belajar masing-masing. Menurutnya, setiap siswa memiliki cara belajar yang berbeda sehingga pemahaman terhadap potensi diri akan membantu menentukan strategi belajar yang paling efektif.

“Kenali diri sendiri terlebih dahulu. Dengan memahami cara belajar yang sesuai, kalian akan lebih mudah menerima pelajaran dan mengembangkan kemampuan yang dimiliki,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa manajemen waktu merupakan salah satu faktor paling penting dalam menunjang keberhasilan belajar.

“Murid harus mampu mengatur waktu antara belajar, beribadah, beristirahat, dan mengikuti berbagai aktivitas di lingkungan madrasah maupun pesantren,” tambahnya.

Menurutnya, belajar yang baik tidak hanya diukur dari lamanya waktu yang digunakan, tetapi juga dari kualitas pemanfaatan waktu tersebut. Oleh karena itu, keseimbangan antara kuantitas dan kualitas belajar menjadi hal yang harus diperhatikan agar hasil yang diperoleh lebih maksimal.

“Kualitas dan kuantitas waktu harus berjalan beriringan. Belajar dalam waktu yang cukup dengan cara yang tepat akan memberikan hasil yang lebih baik daripada belajar dalam waktu lama tetapi tanpa arah,” tuturnya.

Di akhir penyampaian, Kiai Abdul Halim mengingatkan bahwa peningkatan spiritualitas melalui ibadah juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari keberhasilan belajar.

“Seorang pelajar hendaknya senantiasa menjaga shalat, memperbanyak doa, membaca Al-Qur’an, serta mendekatkan diri kepada Allah SWT agar diberikan kemudahan dalam menuntut ilmu,” pungkasnya.

Editor: Lukmanul Hakim

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *