Kesaksian untuk Sarip

By Lukmanul Hakim 21 Sep 2022, 09:14:40 WIBCerpen
Kesaksian untuk Sarip

Oleh: Moh. Robidul Puadi*

14 Agustus 2022

Engkau masih duduk belum beranjak dari kasur selepas terbangun dari tidur. Berusaha menyatukan sukma yang masih berkelana memisah dengan raga. Sesekali engkau mengucek mata melunturkan pandangan yang masih kabur. Setelah terasa membaik, engkau berdiri lalu melangkah mendekati lembaran kertas berisi kumpulan tanggal dan bulan dalam setahun yang terpaku di dinding kamar. Terdapat banyak coretan diatasnya sebagai penanda hari penting atau pengingat lainnya. Selepas kau sentuhkan telapak tanganmu di kertas itu, dengan pandangan tertuju raut mukamu berubah seakan terperanjat melihat angka 14 di bulan ini. Seketika perasaan bahagia menyelimutimu.

Aku terus menatapmu dari atas lemari tua dengan rengekan bunyi berisik ketika pintunya dibuka. Tiba-tiba engkau menatapku, kemudian berusaha mendekat dengan mengambil sebuah kursi kayu tua sebagai penyokong tubuhmu. Aku tahu akan sangat sulit bagimu meraihku tanpa bantuan apapun. Engkau menaikinya Lantas mengambil diriku yang berdebu lantaran jarang tersentuh siapapun. sejenak engkau menatapku lamat-lamat, tatapan penuh rasa bangga yang kemudian disusul ciuman penuh cinta. Aku terdiam.

Selang kemudian engkau memasukkanku ke dalam tas lusuh kepunyaanmu. Keluar kamar kemudian menaruhnya di meja ruang makan. Engkau beranjak pergi menuju kamar mandi, sekedar mencuci muka kemudian kembali sembari membawa bubuk pencuci. Lalu memasukkannya juga kedalam tas yang terdapat aku  didalamnya. Selepas memastikan semuanya telah siap, engkau keluar kamar dengan seyum yang terus melekat. Mengambil sepeda buntut milik bapakmu lalu menggayuhnya pergi menjauh